Showing posts with label Menghitung beban bunga pinjaman. Show all posts
Showing posts with label Menghitung beban bunga pinjaman. Show all posts

Friday, December 24, 2010

Sistem Bunga Tetap (Flat Interest)

Contoh perhitungan pinjaman dengan sistem bunga tetap (Flat Interest)

Sistem flat interest ini berarti jumlah pembayaran pokok bunga dan kreditnya selalu sama besar (flat), setiap bulannya. Biasanya, sistem ini digunakan untuk kredit jangka pendek, seperti sepeda kredit motor, kredit mobil atau kredit tanpa jaminan.

ILUSTRASI PERHITUNGAN SISTEM FLAT INTEREST
- Jumlah pinjaman Rp 20 juta
- Suku bunga 10%
- Waktu pelunasan dua tahun (24 bulan)
- Sistem bunga menurun (flat interest)


Dengan sistem flat interest, berarti bunga yang harus Anda bayarkan dihitung dari pokok pinjaman (Rp 20 juta). Ini berlaku sampai 24 bulan, hingga pinjaman lunas.


Perhitungannya:
Bunga pertahun:
Rp 20.000.000 x 10% = Rp 2.000.000


Total bunga selama dua tahun:
2 (tahun) x Rp 2.000.000 = Rp 4.000.000


Besar pinjaman plus bunga:
Rp 20.000.000 + Rp 4.000.000 = Rp 24.000.000


Besar angsuran yang harus dibayar tiap bulan, dengan menggunakan flat interest adalah:
Rp 24.000.000 : 24 (bulan) = Rp 1.000.000


Jumlah total besar bunga selama dua tahun (24 bulan) dengan menggunakan sistem flat interest adalah Rp 4.000.000


Jumlah total angsuran selama dua tahun (24 bulan) dengan menggunakan sistem flat interest adalah Rp 24.000.000

Sistem Bunga Menurun (Sliding Interest)

Contoh perhitungan pinjaman dengan sistem bunga menurun (Sliding Interest)

Sistem ini sedikit rumit. Pada sistem sliding interest, perhitungan beban bunga dihitung di tiap akhir periode pembayaran angsuran, berdasarkan saldo pinjaman. Jadi, tiap bulan, beban bunga akan makin berkurang. Sebab, pokok utang juga berkurang.

ILUSTRASI PERHITUNGAN SLIDING INTEREST
- Jumlah pinjaman Rp 20 juta
- Suku bunga 10%
- Waktu pelunasan dua tahun (24 bulan)
- Sistem bunga menurun (sliding interest)

Perhitungannya:
Angsuran pokok tiap bulan:
Rp 20.000.000 : 24 (bulan) = Rp 833.333

Besaran bunga tiap bulan:
10% : 12 (bulan) = 0,833%

Angsuran Bunga Bulan ke 1:
Rp 20.000.000 x 0,833% = Rp 166.666,67
Angsuran Bulan ke 1 (angsuran pokok + angsuran bunga bulan ke 1)
Rp 833.333 + Rp 166.666,67 = Rp 1.000.000

Angsuran Bunga Bulan ke 2:
Rp 19.166.666,67 x 0,833% = Rp 159.722,22

Catatan:
Angka Rp 19.166.666,67 diperoleh dari Rp 20 juta (total peminjaman  di bulan ke 1) dikurangi Rp 833.333 (angsuran pokok tiap bulan)
Angsuran bulan ke 2 (angsuran pokok + angsuran bunga bulan ke 2)
Rp 833.333 + Rp 159.722,22 = Rp 993.056

Jumlah angsuran yang harus di bayar tiap bulan akan terus menurun (sliding) sampai akhir periode pembayaran.

Contoh Perhitungan Bunga dengan Sistem Sliding Interest
Sliding Interest | Sistem Bunga Menurun
Jumlah total besar bunga selama dua tahun (24 bulan) dengan menggunakan sistem sliding interest adalah Rp2.083.333


Jumlah total angsuran selama dua tahun (24 bulan) dengan menggunakan sistem sliding interest adalah Rp22.083.33

Sistem Bunga Anuitas

Contoh perhitungan pinjaman dengan sistem bunga anuitas

Sistem ini menetapkan besarnya cicilan sama secara terus menerus sepanjang waktu kredit. Hampir mirip sistem bunga flat, tapi sistem bunga anuitas memperhitungkan sistem bunga lebih njlimet.

Dalam perhitungan anuitas, di awal periode pembayaran, beban bunga sangat besar, sedangkan angsuran pokok sangat kecil. Sedangkan di akhir periode pembayaran justru sebaliknya, beban bunga sangat kecil sedangkan angsuran pokok menjadi sangat besar.

ILUSTRASI PERHITUNGAN SISTEM BUNGA ANUITAS
rumus perhitungan sistem bunga anuitas











P = Pokok kredit
i = suku bunga per tahun
n = jumlah periode pembayaran (bulan)


Perhitungan
sistem bunga anuitas







Jadi didapatkan perhitunganya  = Rp 922.898
bunga anuitas

Jumlah total besar bunga selama dua tahun (24 bulan) dengan menggunakan sistem bunga anuitas adalah Rp 2.149.564


Jumlah total angsuran selama dua tahun (24 bulan) dengan menggunakan sistem bunga anuitas adalah Rp 22.149.564

Cara Menghitung Beban Bunga

Tips dan trik cara menghitung beban bunga pinjaman

Suku bunga merupakan faktor penting dalam menentukan pilihan kredit. Sialnya, banyak lembaga keuangan (bank atan non bank) sering memanfaatkan ketidaktahuan calon nasabah/debitur akan sistem perhitungan beban bunga saat memilih angsuran.

Ingat, angka bunga yang rendah belum tentu merupakan angsuran termurah.

Berdasarkan sifatnya, bunga dapat di bedakan menjadi dua, yaitu:
1. Bunga Tetap (Fixed Interest)
2. Bunga Mengambang (Floating Interest)
  • Sistem Bunga Flat (Flat Interest)
  • Sistem Bunga menurun (Sliding Interest)
  • Sistem Bunga Anuitas