Showing posts with label Proses pangajuan kredit. Show all posts
Showing posts with label Proses pangajuan kredit. Show all posts

Saturday, December 25, 2010

Pembayaran Usaha Anda

Tentu saja, tiap bulan Anda harus membayar cicilan kredit. Usahakan selalu membayar cicilan tepat waktu. Hal ini penting, bukan hanya untuk pihak bank, tapi untuk diri Anda sendiri (ingat tentang data historis bank).

Agar tak kesulitan, buat anggaran tiap bulan yang diambil dari omzet usaha. Tapi, yang paling penting adalah soal kedisiplinan.

Bank Memonitor Usaha Anda

Setelah dana Anda cair, pihak bank akan terus memonitor usaha Anda. Kebijakan ini tergantung masing-masing bank. Namun, pada dasarnya, mereka ingin memastikan kesehatan usaha Anda.

Persetujuan Permohonan Kredit

Jika permohonan kredit disetujui, pihak bank akan mencairkan kredit. Besarnya pinjaman bisa sama dengan yang Anda ajukan, atau kurang dari itu. Atau tak tertutup kemungkinan, pihak bank tidak menyetujui permohonan kredit Anda. Semua tergantung dari hasil survei, nilai taksiran agunan/kredit, prospek usaha dan latar belakang historis.

Jumlah pinjaman yang Anda peroleh biasanya antara 60% hingga 80% dari nilai agunan Anda (bisa berupa tanah, rumah, kendaraan bermotor, dan sebagainya). Katakanlah jika Anda menjaminkan mobil Toyota Kijang senilai Rp 200 juta, maka jumlah pinjaman maksimal yang Anda dapatkan hanya Rp 160 juta.

Anda harus ingat, bank memiliki data historis ang baik. Meski Anda pernah meminjam dana ke bank lain (Bank X) tapi pengembalian kurang lancar, bank yang Anda tuju saat ini (Bank Y) akan memperhatikannya.

Survei Lokasi

Biasanya, beberapa hari/minggu setelah Anda mengajukan kredit, pihak bank akan melakukan survei ke rumah dan lokasi usaha. Jangan takut. Terima petugas bank dengan baik. Mereka akan melihat kondisi rumah, tempat usaha, dan jaminan/agunan yang Anda ajukan.

Mencermati Perjanjian Kredit

Sebelum menandatangi akad kredit, Anda harus mencermati perjanjian kredit yang Anda pilih. Jangan malu atau takut bertanya bila ada hal-hal yang tidak jelas, daripada Anda mengalami kesulitan di kemudian hari.

Hal-hal yang harus Anda perhatikan adalah:
  • Jangka waktu pengembalian pinjaman
  • suku bunga
  • jatuh tempo bunga atau angsuran pokok
  • plafon kredit
  • denda
  • penyerahan agunan
  • perpanjangan izin-izin usaha
  • perusahaan manajemen/pengurus
  • larangan pengalihan fungsi agunan
  • penyerahan laporan keuangan secara berkala (sejumlah bank melakukan survei secara langsung usaha Anda)
Setelah Anda melengkapi dan menandatangi formulir dan perjanjian akad kredit, pihak bank akan memproses pengajuan kredit Anda.

Mengisi Formulir Kredit

Setelah mendengarkan penjelasan Anda, pihak bank akan memberikan formulir yang harus Anda isi. Selain itu, mereka juga akan meminta Anda menyerahkan beberapa dokumen untuk diperiksa. Serahkan map berisi dokumen yang telah Anda persiapkan sebelumnya.

Di meja custumer service, Anda akan diminta melengkapi data, seperti nama, nama suami/istri, pekerjaan (jika saat ini Anda masih berstatus karyawan), nomor KTP, alamat rumah, nama usaha, alamat usaha, jenis dan lama usaha, keperluan kredit, penghasilan dan pengeluaran per bulan, dan jenis agunan / jaminan.

Berkonsultasi Dengan Pihak Bank

Ketika sudah sampai bank tapi Anda tak tahu harus bertemu siapa, cari saja meja yang ada tulisan "customer service". Nantinya, bapak atau ibu customer service akan membantu Anda.

Kalau Anda belum tahu produk atau skim kredit yang Anda butuhkan, bicara terus terang apa yang menjadi alasan Anda mengajukan kredit ini. Misalnya membeli pick up untuk mengangkut kelapa dari kebun ke pasar, memperluas gudang beras, atau menambah pasokan barang.

Jangan sekali-kali berbohong saat menyampaikan maksud dan tujuan Anda, customer service yang berpengalaman pasti tahu Anda sedang berbohong atau tidak. Setelah Anda mengutarakan maksud tujuan peminjaman, customer service akan membantu memilihkan jenis kredit yang sesuai.

Membawa Kelengkapan Dokumen

Bila ini adalah pengalaman pertama dalam mengajukan kredit bank, jangan grogi duluan. Kenakan pakaian yang rapi dan pantas, serta bersikaplah penuh percaya diri saat menghadap petugas.

Untuk peminjaman di bawah 50 juta, Anda tak perlu membuat proposal kredit. Kendati demikian, Anda harus membawa beberapa dokumen penting, di antaranya KTP, surat-surat jaminan seperti buku nikah (bagi yang sudah pernah menikah), SK Pengangkatan (bagi Anda yang masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), sertifikat tanah dan sebagainya. Selain membawa dokumen asli, ada baiknya Anda juga menyiapkan fotokopo surat-surat tersebut.

Bila Anda memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), itu lebih baik.

Satukan dokumen-dokumen tersebut dalam sebuah map.