Tips dan trik menggadaikan barang
1. Bawa barang berharga
Bagi Anda yang lahir dan besar di kota, mungkin kurang akrab dengan prinsip kerja lembaga gadai. Pada dasarnya, untuk mendapatkan pinjaman dana, Anda cukup datang ke kantor lembaga gadai dengan membawa barang berharga milik Anda. Biasanya, mereka membuka gerai di dekat pusat-pusat keramaian, seperti pasar atau terminal.
Jangan sekali-kali terbujuk tawaran calo yang biasanya mangkal di depan kantor lembaga gadai. Karena tahu Anda sedang membawa barang berharga, mereka akan menawarkan diri untuk membelinya. Tapi, namanya juga calo, mereka akan membeli dengan harga jauh di bawah harga pasar.
2. Menaksir barang
Jika Anda tak tahu siapa yang dituju, hampiri saja Loket Penaksir dan serahkan barang berharga yang hendak Anda gadaikan kepada penjaga loker. Nantinya petugas loket akan meminta KTP untuk pengisian data dan menaksir barang bawaan Anda.
Setelah beberapa menit, Anda akan diberitahu nilai gadai dari barang yang hendak Anda gadaikan. Nah, nilai gadai ini merupakan gambaran batas jumlah uang yang bisa Anda pinjam.
3. Mendapatkan dana pinjaman
Nantinya, jumlah dana pinjaman yang bisa Anda dapatkan akan berpengaruh pada golongan dan beban bunga. Jika Anda setuju, Anda tinggal menuju Loker Kredit untuk mendapatkan uang tunai yang bisa Anda pinjam. Untuk mendapatkan dana tersebut, pihak Pegadaian tidak memungut biaya apapun, selain memotong premi asuransi.
4. Pelunasan pinjaman
Untuk melunasi pinjaman, Anda tak perlu menunggu hingga jatuh tempo. Anda cukup mendatangi Loket Kasir, menunjukkan surat gadai, dan membayar pokok pinjaman plus bunga. Selanjutnya, Anda akan mendapatkan kembali barang yang digadai.
5. Jika tak mau menebus
Jika sampai akhir jatuh tempo, Anda tak bisa menebus kembali barang itu, maka pihak lembaga gadai akan melelang barang tersebut. Lembaga gadai akan melakukan lelang alias menjual barang kepada pihak yang berani menawar dengan harga paling tinggi. Tentu saja, lelang akan dilakukan sepengetahuan si pemilik barang.
Showing posts with label Pegadaian. Show all posts
Showing posts with label Pegadaian. Show all posts
Friday, December 24, 2010
Gadai solusi yang butuh uang
GADAI: Solusi Bagi Mereka Yang Buru-Buru Butuh Uang
Meski terkesan "kurang wah", sebenarnya menggadai barang merupakan solusi tercepat bagi Anda yang membutuhkan dana tunai. Untuk mendapatkan kredit bank, misalnya, Anda harus menunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum kredit disetujui (itu pun belum 100% pasti disetujui). Sedangkan di lembaga gadai, cukup menunggu 15 menit hingga 1 jam, Anda bisa mendapatkan dana tunai. Kini, di Indonesia, lembaga gadai tak hanya dimonopoli Pegadaian, tapi ada juga lembaga gadai swasta lainnya.
Sesuai dengan namanya "gadai", Anda harus membawa barang berharga untuk "disimpan sementara" di gudang sebelum ditukarkan dengan sejumlah uang. Nantinya, untuk mendapatkan kembali barang-barang berharga itu, Anda harus menebusnya dengan mengembalikan uang yang dipinjamkan oleh pihak lembaga gadai.
Adapun barang-barang yang bisa diterima adalah barang bergerak dan riil, misalnya:
Meski pencairan dana begitu cepat dan tak perlu proses bertele-tele, Anda harus paham bahwa bunga yang dipatok sejumlah lembaga gadai biasanya lebih tinggi daripada bunga pinjaman bank. Maka dari itu, pinjaman gadai sebaiknya hanya digunakan sebagai pelengkap atau untuk mengatasi persoalan darurat. Misalnya harus segera membayar gaji karyawan di saat perusahaan Anda tak memiliki dana tunai. Untuk meminjam ke bank, tentu butuh waktu. Sedangkan karyawan tidak mau tahu, mereka maunya (dan tahunya) mendapatkan upah di waktu yang telah ditentukan.
Meski terkesan "kurang wah", sebenarnya menggadai barang merupakan solusi tercepat bagi Anda yang membutuhkan dana tunai. Untuk mendapatkan kredit bank, misalnya, Anda harus menunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum kredit disetujui (itu pun belum 100% pasti disetujui). Sedangkan di lembaga gadai, cukup menunggu 15 menit hingga 1 jam, Anda bisa mendapatkan dana tunai. Kini, di Indonesia, lembaga gadai tak hanya dimonopoli Pegadaian, tapi ada juga lembaga gadai swasta lainnya.
Sesuai dengan namanya "gadai", Anda harus membawa barang berharga untuk "disimpan sementara" di gudang sebelum ditukarkan dengan sejumlah uang. Nantinya, untuk mendapatkan kembali barang-barang berharga itu, Anda harus menebusnya dengan mengembalikan uang yang dipinjamkan oleh pihak lembaga gadai.
Adapun barang-barang yang bisa diterima adalah barang bergerak dan riil, misalnya:
- Perhiasan (emas, perak, intan, dsb)
- Barang elektronik (televisi, lemari es, radio, tape recorder, dsb)
- Kendaraan ( mobil, motor, sepeda pancal)
- Mesin (mesin jahit, mesin pres, dsb)
- Tekstil (sutra, batik, permadani, dsb)
Meski pencairan dana begitu cepat dan tak perlu proses bertele-tele, Anda harus paham bahwa bunga yang dipatok sejumlah lembaga gadai biasanya lebih tinggi daripada bunga pinjaman bank. Maka dari itu, pinjaman gadai sebaiknya hanya digunakan sebagai pelengkap atau untuk mengatasi persoalan darurat. Misalnya harus segera membayar gaji karyawan di saat perusahaan Anda tak memiliki dana tunai. Untuk meminjam ke bank, tentu butuh waktu. Sedangkan karyawan tidak mau tahu, mereka maunya (dan tahunya) mendapatkan upah di waktu yang telah ditentukan.
Subscribe to:
Posts (Atom)