Showing posts with label Yang dianjurkan dalam kredit. Show all posts
Showing posts with label Yang dianjurkan dalam kredit. Show all posts

Saturday, December 25, 2010

DOs & DONTs pinjaman ke bank

Saat ini bank memang masih menjadi pilihan utama sebagian entrepreneur untuk mendapatkan tambahan modal guna memperbesar usaha. Salah satu alasan adalah soal kepastian hukum. Sebab, perjanjian kredit antara bank dan debitur (orang yang meminjam dana ke bank) dilakukan secara notariil. Ini tentu berbeda jika Anda meminjam uang ke orang tua atau kawan.

Memahami Ketentuan Kredit

 Ini yang paling penting! Amat dianjurkan, sebelum melangkahkan kaki ke bank dan mengajukan pinjaman, Anda harus mempelajari dan memahami seluk beluk kredit perbankan.

Informasi terbaru, dalam Pesta Wirausaha 2010 yang diadakan April lalu, Sandiaga S Uno, wakil ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) UMKM mengharapkan suku bunga kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di perbankan nasional bisa mencapai 10%, dari sebelumnya yang mencapai 14-16%. Ada pun untuk suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kadin mengharapkan bisa mencapai 15%, dari sebelumnya 20%.

Friday, December 24, 2010

Sediakan Anggunan Tambahan Yang Cukup

Sebagai bentuk lain pengembalian kredit, Anda harus menyediakan agunan (jaminan) tambahan, baik yang berupa fixed asset (tanah, bangunan, kendaraan), maupun current asset (taguhan, persediaan, uang kas, surat berharga) sebagai second way out (jalan keluar kedua) jika hasil usaha Anda tak bisa diharapkan lagi.

Siapkan Sharing Dana Sendiri

Anda harus ingat, bank tidak akan memberikan pinjaman yang mampu memenuhi 100% kebutuhan Anda.

Begitu pula soal modal kerja, Anda - si pemilik usaha - setidaknya harus memiliki share modal sebesar 30%. Sharing Dana Sendiri (SDS) ini akan memperlihatkan keseriusan Anda dalam bisnis, sekaligus menciptakan komitmen moral antara debitur dan bank.

Manajemen Perusahaan

Salah satu hal yang menjamin keberlangsungan usaha adalah manajemen yang baik, termasuk di antaranya kejelasan tugas antapengelola usaha. Tidak boleh ada ketergantungan pada satu orang saja, terutama kepada Anda sebagai business owner. Apa jadinya kelangsungan usaha jika si "tokoh utama" ini sakit? Pendek kata, bank akan cenderung memberikan kredit bagi usaha yang tidak one man show.

Rencana Pengembalian

Bila Anda mampu menjelaskan rencana pemanfaatan dan proyeksi kemajuan yang bakal di capai, maka Anda juga harus mampu memprediksi kemampuan pengembalian pinjaman. Berapa besar angsurana yang Anda bayar tiap bulan, dan berapa lama.

Rencana Pemanfaatan Yang Pasti

Ketika mengajukan permohonan kredit, Anda harus memiliki rencana yang pasti mengenai penggunaan dana tersebut dan besaran kredit yang diperlukan. Anda harus mampu menjelaskan secara rinci pemanfaatan dana dan efek positif yang akan dicapai bila berhasil mendapatkan kredit.

Mempunyai Keunggulan Dan Unik

Tunjukkan keunggulan dan keunikan usaha Anda. Selain harus menyakinkan prospek usaha, Anda juga harus dapat menunjukkan pribadi Anda sebagai entrepreneur yang memiliki itikad baik dan mampu mengelola bisnis. Tunjukkan kepada pihak bank bahwa usaha Anda ini unik, berbeda dan menjadi pilihan konsumen.

Usaha Bersikap Prospektif

Di depan pihak bank, Anda harus mampu menyakinkan bahwa usaha Anda memiliki prospek cerah. Baik dari sisi pilihan usaha, komoditas, maupun aspek makroekonomi.

Memenuhi Aspek Legalitas

Adanya izin usaha (aspek legal) merupakan bentuk pengakuan pihak ketiga atas usaha yang Anda jalankan. {aling tidak perizinan yang harus dimiliki adalah NPWP, SIUP dan TDP. Namun, jika usaha Anda masih berskala UMKM, Anda tetap harus memiliki NPWP dan ada baiknya mengurus Surat Keterangan (Domisili) Usaha dari kelurahan/kecamatan setempat.

Usaha telah berjalan dan menguntungkan

Sebagian bank mengisyaratkan hanya memberi pinjaman bagi usaha yang telah berjalan enam bulan. Tapi, sejumlah bank memberi syarat "lebih berat", usaha harus sudah berjalan antara 2-3 tahun. Mengapa harus begitu? Sebab, pihak bank butuh bukti bahwa usaha yang Anda jalankan merupakan usaha yang mampu hidup dan bertahan, punya pasar yang baik, dan mampu menghasilkan keuntungan. Sementara itu, dari sisi pemilik usaha, Anda harus dinilai mampu mengelola usaha.

Analoginya Anda tentu lebih memilih memberi utangan ke tukang sayur ketimbang preman pasar, bukan? Sebab, menurut Anda, si tukang sayur ini memiliki kemampuan lebih baik untuk mengembalikan pinjaman Anda.